Wednesday, January 23, 2013

KASIH RASULULLAH BUAT UMAT

Sayyidatuna ‘Aisyah رضي الله عنها berkata: 


Tatkala aku melihat Nabi صلى الله عليه وآله وسلم berada dalam keadaan baik, 


aku berkata: Wahai Rasulullah! Berdoalah kepada Allah untukku.


Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم pun mendoakannya: 



Ya Allah! Ampunilah dosa ‘Aisyah yang terdahulu dan yang terkemudian, yang tersembunyi dan yang terang-terangan.

Lalu Sayyidatuna ‘Aisyah رضي الله عنها ketawa kegembiraan sehingga kepalanya jatuh ke riba Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم kerana terlalu gembira.

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bertanya: Apakah doaku menggembirakanmu?

Sayyidatuna ‘Aisyah رضي الله عنها menjawab: Kenapa tidak, aku begitu gembira dengan doamu itu.

Lantas Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم pun bersabda: 

Demi Allah! Inilah doa yang aku panjatkan untuk umatku dalam setiap solat.

(Hadith ini telah diriwayatkan oleh al Bazzar dan rijalnya (perawinya) adalah rijal yang sohih, melainkan Ahmad ibn Mansur al Ramadi merupakan seorang yang thiqah. (Demikian juga sebagaimana yang disebutkan di dalam Majma’ al Zawaid 9/243).


Begitu dalam cintanya Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم kepada kita. Apakah tindakan kita?
Sanggupkah kita membiarkan cinta Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم 'bertepuk sebelah tangan'?
Perbanyakkanlah Solawat pada Rasulullah


33:56


Sesungguhnya Allah dan malaikatNya berselawat (memberi segala penghormatan dan kebaikan) kepada Nabi (Muhammad s.a.w); wahai orang-orang yang beriman berselawatlah kamu kepadanya serta ucapkanlah salam sejahtera dengan penghormatan yang sepenuhnya.

Tuesday, January 22, 2013

40 TAHUN BERBUAT DOSA


Dalam sebuah riwayat dijelaskan, bahwa pada zaman Nabi Musa as, kaum bani Israil pernah ditimpa musim kemarau panjang, lalu mereka berkumpul menemui Nabi Musa as dan berkata: "Wahai Kalamullah, tolonglah doakan kami kepada Tuhanmu supaya Dia berkenan menurunkan hujan untuk kami!"

Kemudian berdirilah Nabi Musa as bersama kaumnya dan mereka bersama-sama berangkat menuju ke tanah lapang. Dalam suatu pendapat dikatakan bahwa jumlah mereka pada waktu itu lebih kurang tujuh puluh ribu orang.

Setelah mereka sampai ke tempat yang dituju, maka Nabi Musa as mulai berdoa. Diantara isi doanya itu ialah: 



"Tuhanku, siramlah kami dengan air hujan-Mu, taburkanlah kepada kami rahmat-Mu dan kasihanilah kami terutama bagi anak-anak kecil yang masih menyusu, hewan ternak yang memerlukan rumput dan orang-orang tua yang sudah bongkok. Sebagaimana yang kami saksikan pada saat ini, langit sangat cerah dan matahari semakin panas.


Tuhanku, jika seandainya Engkau tidak lagi menganggap kedudukanku sebagai Nabi-Mu, maka aku mengharapkan keberkatan Nabi yang ummi yaitu Muhammad SAW yang akan Engkau utus untuk Nabi akhir zaman."

Kepada Nabi Musa as Allah menurunkan wahyu-Nya yang isinya: "Aku tidak pernah merendahkan kedudukanmu di sisi-Ku, sesungguhnya di sisi-Ku kamu mempunyai kedudukan yang tinggi. Akan tetapi bersama denganmu ini ada orang yang secara terang-terangan melakukan perbuatan maksiat selama empat puluh tahun. Engkau boleh memanggilnya supaya ia keluar dari kumpulan orang-orang yang hadir di tempat ini! Orang itulah sebagai penyebab terhalangnya turun hujan untuk kamu semuanya."

Nabi Musa kembali berkata: "Wahai Tuhanku, aku adalah hamba-Mu yang lemah, suaraku juga lemah, apakah mungkin suaraku ini akan dapat didengarnya, sedangkan jumlah mereka lebih dari tujuh puluh ribu orang?" Allah berfirman: "Wahai Musa, kamulah yang memanggil dan Aku-lah yang akan menyampaikannya kepada mereka!."

Menuruti apa yang diperintahkan oleh Allah, maka Nabi Musa as segera berdiri dan berseru kepada kaumnya: "Wahai seorang hamba yang durhaka yang secara terang-terangan melakukannya bahkan lamanya sebanyak empat puluh tahun, keluarlah kamu dari rombongan kami ini, karena kamulah, hujan tidak diturunkan oleh Allah kepada kami semuanya!"

Mendengar seruan dari Nabi Musa as itu, maka orang yang durhaka itu berdiri sambil melihat kekanan kekiri. Akan tetapi, dia tidak melihat seorangpun yang keluar dari rombongan itu. Dengan demikian tahulah dia bahwa yang dimaksudkan oleh Nabi Musa as itu adalah dirinya sendiri. Di dalam hatinya berkata: "Jika aku keluar dari rombongan ini, niscaya akan terbukalah segala kejahatan yang telah aku lakukan selama ini terhadap kaum bani Israil, akan tetapi bila aku tetap bertahan untuk tetap duduk bersama mereka, pasti hujan tidak akan diturunkan oleh Allah SWT."

Setelah berkata demikian dalam hatinya, lelaki itu lalu menyembunyikan kepalanya di sebalik bajunya dan menyesali segala perbuatan yang telah dilakukannya sambil berdoa:
"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah durhaka kepada-Mu selama lebih empat puluh tahun, walaupun demikian Engkau masih memberikan kesempatan kepadaku dan sekarang aku datang kepada-Mu dengan ketaatan maka terimalah taubatku ini."

Beberapa saat selepas itu, kelihatanlah awan yang bergumpalan di langit, seiring dengan itu hujanpun turun dengan lebatnya bagaikan ditumpahkan dari atas langit.

Melihat keadaan demikian maka Nabi Musa as berkata: "Tuhanku, mengapa Engkau memberikan hujan kepada kami, bukankah di antara kami tidak ada seorangpun yang keluar serta mengakui akan dosa yang dilakukannya?"

Allah berfirman: "Wahai Musa, aku menurunkan hujan ini juga di sebabkan oleh orang yang dahulunya sebagai sebab Aku tidak menurunkan hujan kepada kamu."

Nabi Musa berkata: "Tuhanku, lihatkanlah kepadaku siapa sebenarnya hamba-Mu yang taat itu?"

Allah berfirman: "Wahai Musa, dulu ketika dia durhaka kepada-Ku, Aku tidak pernah membuka aibnya. Apakah sekarang. Aku akan membuka aibnya itu ketika dia telah taat kepada-Ku? Wahai Musa, sesungguhnya Aku sangat benci kepada orang yang suka mengadu. Apakah sekarang Aku harus menjadi pengadu?"

Sunday, December 30, 2012

PESANAN SYEIKH AHMAD YASSIN KEPADA PARA PEMUDA DAN PEMUDI


Pesanan 

Syeikh Ahmad Yassin kepada

para Pemuda dan Pemud
i


putera gahara gagah perkasa
WAHAI anak-anakku, telah tiba saatnya kalian kembali kepada ALLAH swt dengan meninggalkan pelbagai keseronokan dan kealpaan kehidupan dan menyingkirkannya jauh daripada kehidupan kamu.

TELAH tiba saatnya kalian bangun dan melakukan solat subuh secara berjemaah. Sudah sampai saatnya untuk kalian menghiasi diri dengan akhlak yang mulia, mengamalkan kandungan al-Quran serta mencontohi kehidupan Nabi Muhammad saw.

AKU menyeru kamu wahai anak-anakku untuk solat tepat pada waktunya. Lebih dari itu, aku mengajak kalian wahai anak-anakku, untuk mendekat diri kepada sunnah Nabi kalian yang agung.

WAHAI para Pemuda, aku ingin kamu menyedari
dan menghayati makna tanggungjawab. Kalian harus tegar menghadapi kesulitan hidup dengan meninggalkan keluh kesah. Aku menyeru kamu untuk menghadap ALLAH SWT dan memohon keampunan dari-Nya agar Dia memberi rezeki yang berkat kepada kamu. Aku menyeru kamu supaya menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih muda.

AKU ingin kamu tidak tertidur oleh alunan-alunan muzik yang melalaikan, melupakan kata-kata yang menyebutkan cinta kepada manusia dan dunia serta menggantikannya dengan kata amal, kerja dan zikir kepada ALLAH. Wahai anak-anakku, aku amat berharap kamu tidak sibuk dengan muzik dan tidak terjerumus ke dalam arus syahwat.

WAHAI Puteriku , aku ingin kamu berjanji kepada ALLAH akan mengenakan hijab secara jujur dan betul. Aku meminta kamu berjanji kepada ALLAH bahawa kamu akan mengambil peduli tentang agama dan Nabi kalian yang mulia. Jadikanlah ibunda kamu, Khadijah dan Aisyah, sebagai teladan. Jadikan mereka sebagai pelita hidup kamu. Haram hukumnya bagi kamu untuk melakukan sesuatu yang boleh menarik perhatian pemuda supaya mendekati kalian.

KEPADA semua, aku ingin kalian bersiap sedia untuk menghadapi segala sesuatu yang akan datang. Bersiaplah dgn agama dan ilmu pengetahuan. Bersiaplah untuk belajar dan mencari hikmah. Belajarlah bagaimana hidup dlm kegelapan yang pekat. Latihlah diri kalian agar dapat hidup tanpa elektrik dan peralatan elektronik. Latihlah diri kalian untuk sementara waktu merasakan kehidupan yang sukar.

BIASAKAN diri kalian agar dapat melindungi diri dan membuat perancangan untuk masa depan. Berpeganglah kepada agama kalian. Carilah sebab-sebabnya dan tawakal kepada ALLAH.

Friday, December 21, 2012

RENUNGKANLAH

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum..

memandangkan hari ni adalah hari jumaat .. sebaik-baik hari lagi, maka elok ler kite sume memperbanyakkan selawat ke atas junjungan besar Nabi Muhammad s.a.w.

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda, “Sesungguhnya sebaik-baik hari ialah hari Jumaat, maka perbanyakkanlah selawat keatas ku pada hari tersebut. Sesungguhnya selawat kalian akan diperlihatkan kepadaku.” (HR Abu Dawud)

walaupun hari jumaat ni dah nak abes, err maksud waa nak masuk hari sabtu la der.. bukannya citer 2012 punyer ni.. dak dak.. waa tak penah caye ngan ramalan orang2 Barat yang mengatakan hari ni akan terjadinya qiamat.. 

Nabi pun tak tau qiamat tu jadi bila, kita pulak duk memandai nak pilih tarikhnya.. haha.. even kalau lah Allah bagitaw kat manusia sekalipun tarikh betul2 terjadinya qiamat, xsemestinya manusia akan beriman kepadaNya atau meninggalkan segala laranganNya.. wallahua'lam.. ( prepare la amalan nak bawak mati nanti.. )

So berbalik kepada cerita tadi, walaupun hari jumaat kian melabuhkan tirainya, tak bermaksud kita juga tak perlu berselawat da.. Nabi kata hari jumaat adalah hari yg terbaik utk berselawat, bukannya hari jumaat sahaja yg dibenarkan untuk berselawat.. 

Lupakah anda bahawa manusia yang paling banyak selawatnya maka dia adalah yang paling dekat dengan Nabi.. 

Allah Allah.. kita ni dah la tak pernah jumpa Nabi.. apa lagi yang boleh kita buat bila rasa rindu kat Nabi ? 
semoga kita ni sama-sama la mendapat syafaat Rasulullah di akhirat kelak dan dimasukkan ke syurga bersamanya.. 

Allahumma solli a'la Muhammad..


Rasulullah dalam mengenangmu 
Kami susuli lembaran sirahmu 
Pahit getir pengorbananmu 
Membawa cahaya kebenaran 

Engkau taburkan pengorbananmu 
Untuk umatmu yang tercinta 
Biar terpaksa tempuh derita 
Cekalnya hatimu menempuh ranjaunya 

Tak terjangkau tinggi pekertimu 
Tidak tergambar indahnya akhlakmu 
Tidak terbalas segala jasamu 
Sesungguhnya engkau rasul mulia 
Tabahnya hatimu menempuh dugaan 
Mengajar erti kesabaran 
Menjulang panji kemenangan 
Terukir namamu di dalam Al-Quran 

Rasulullah kami umatmu 
Walau tak pernah melihat wajahmu 
Kami cuba mengingatimu 
Dan kami cuba mengamal sunnahmu 

Kami sambung perjuanganmu 
Walau kita tak pernah bersua 
Tapi kami tak pernah kecewa 
Allah dan rasul sebagai pembela